Ketua Lksa Lpepm Bima ; Memasung ODGJ Bukan Solusi yang baik, mereka harus diberi perawatan medis

0 78

 

BIMA, ntb.tintarakyat.com – Ketua LKSA LPEPM Bima Muhtar, SH meminta pihak terkait mencari solusi atas persoalan ODGJ baik di Kota Bima ataupun kab. Bima. Pasalnya dirinya menilai masih marak praktik pasung yang terjadi kepada ODGJ selama ini.

“Hari ini kami baru menerima laporan bahwa ada ODGJ di desa Naru yang dipasung oleh keluarganya,” jelas Muhtar, kamis (07/10).

Foto; Muhtar, SH, ketua LKSA LPEPM Bima

Menurutnya, pemasungan terhadap pasien ODGJ bukanlah solusi yang tepat, malah akan membuat keadaan semakin memburuk. Hal yang paling tepat adalah melakukan penanganan medis terhadap pasien ODGJ tersebut.

” pihak Dinas Kesehatan melalui UPT puskesmas terdekat harus melakukan upaya penjangkauan serta terus memeriksa kondisi kesehatan mental ODGJ, ” ungkapnya.

Lebih lanjut Muhtar meminta agar setiap pasien ODGJ mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit jiwa, dengan begitu Tim kesehatan khusus kejiwaan akan merawat dan mengobati gangguan kesehatan mental mereka.

” Itu lebih baik dan aman, ketimbang mereka berkeliaran di tengah masyarakat karena berpotensi membahayakan oranglain, siapa yang bisa menjamin kan,” paparnya.

Terkait kejadian kemarin di desa Sondosia kecamatan Bolo, peristiwa tragis itu membuat sedih kita semua. Beberapa informasi yang kaki Terima bahwa pelaku dalam keadaan tekanan mental atau frustasi sehingga melakukan tindakan diluar batas normal. Bayangkan saja tindakannya tidak terkontrol yang mengakibatkan kematian korbannya dan beberapa luka-luka hingga dia sendiri akhirnya meninggal diamuk massa.

” informasi yang kami terima sementara diduga pelaku itu adalah ODGJ, nah itu yang saya maksudkan Pemerintah harus mulai memikirkan perihal pengobatan guna meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan, ” ujarnya.

Namun, persoalannya adalah layanan kesehatan Rumah sakit jiwa untuk wilayah Pulau Sumbawa sendiri tidak ada, hal ini menjadi catatan khusus Pemerintah mengupayakan hadirnya rumah sakit jiwa di Pulau Sumbawa kedepannya.

” Satu-satunya rumah sakit jiwa adanya di Kota Mataram, jarak yang jauh inj tentu menjadi pertimbangan khusus bagi keluarga ODGJ membawa keluarga untuk dirawat,” tutup Muhtar. (TR – W01)

 

Slide ADS

iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB iklan NTB iklan NTB iklan NTB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!