MERETAS KEMISKINAN DI TANAH PENGHASIL EMAS, TANA PARIRI LEMA BARIRI

0 365

KAB.SUMBAWA BARAT, ntb.tintarakyat.com – Kabupaten Sumbawa Barat adalah salah satu Kabupaten yang memiliki Sumber Daya Alam melimpah dari berbagai macam kebaikan yang Allah titipkan.Tanah persawahan yang membentang dari Kecamatan Poto Tano sampai ujung Talonang Kecamatan Sekongkang,tentu ini salah satu nikmat yang harus disyukuri oleh Pemimpin Kabupaten Sumbawa Barat ini dimana dengan Sumber Daya Alam yang melimpah tentunya kesejahteraan itu bisa dimaksimalkan.

Belum lagi emas yang berada di Kecamatan Maluk merupakan salah satu faktor yang bisa memicu tingkat kesejahteraan melesat tinggi melebihi Kabupaten yang lain tentunya karena faktor keberadaan Perusahaan “keruk” emas ini berada. Emas adalah salah satu hasil bumi yang harganya tetap stabil apapun keadaan dunia ini emas tetap berada pada harga yang tidak pernah turun di pasar dunia dimana hal ini seharusnya berimbas dengan keberadaannya menjadi bagian geliat perekonomian Kabupaten yang memiliki jumlah penduduk diangka 137.072 jiwa ini yang terdiri dari 8 Kecamatan, 6 Kelurahan dan 44 Desa Jumlah penduduk tidak terlalu banyak karena secara administrasi Kabupaten Sumbawa Barat adalah Kabupaten Pemekaran baru dari Kabupaten induk Sumbawa Besar yang sekarang berubah menjadi Kabupaten Sumbawa.

Namun demikian, tingkat kesejahteraan yang sampai hari ini belum bisa dicapai oleh Pemerintahan yang ada tentu ini membuktikan ketidakmampuan dalam mengelolah baik itu Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusianya. Kegagalan ini sangat berimbas pada tataran bawah dimana angka pengangguran tinggi dan ini tentunya akan menimbulkan kerentanan sosial terjadi di Masyarakat sehingga angka kriminal dan kasus sosial lainnya tinggi. Pada tahun 2015-2019 Kabupaten Sumbawa Barat menjadi salah satu Kabupaten tertinggal sebagaimana dirilis oleh Pemerintah pusat diantara 8 Kabupaten lainnya di Nusa Tenggara Barat Kabupaten Sumbawa Barat berada di nomor 7 setelah Kabupaten Bima dan menyusul nomor 8 Lombok Utara.Adapun beberapa kretiria daerah tertinggal tersebut memperlihatkan Kabupaten Sumbawa Barat belum maksimal dalam mengelola sumber daya yanga ada. Adapun beberapa kriteria yang mengakibatkan Sumbawa Barat menjadi daerah tertinggal adalah:
1.Perekonomian Masyarakat
2.Sumber Daya Manusia
3.Sarana dan Prasarana
4. Kemampuan keuangan daerah
5.Aksebilitas;dan
6.Karekteristrik daerah.

Kondisi ini seharusnya tidak terjadi jika pengelolaan APBD dan manajemen pemerintahannya baik dan kridibel sehingga angka kemiskinan tidak perlu ada sebenarnya di Tana yang menghasilkan emas ini. Faktanya hari ini semua berbalik emas tidak memberikan manfaat apapun terhadap Masyarakat lokal maupun Kabupaten Sumbawa Barat secara keseluruhan dimana Perusahaan hanya mengambil “kebahagiaan” dan tidak mampu berbagi apa yang mereka dapat,tragis!!!

Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian baik itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) maupun Bupati selaku pemegang kebijakan tertinggi secara otoritas daerah tentunya memiliki kewenangan untuk mampu memastikan hak Lokal terakomodir dengan maksimal. Empat tahun masa peralihan PT.NNT ke PT.AMNT berjalan lima tahun tapi apa yang Kabupaten ini dapatkan selain rasa “sakit” atas segala bentuk tindak tanduk keberadaan Perusahaan “keruk” ini dimana hanya mengeruk tidak memberikan hasil dari apa yang dikeruk. Sampai kapan keadaan ini dipertahankan dimana semua pemegang kebijakan diam seribu bahasa seolah-olah Perusahaan yang ada hari ini melakukan segalanya dengan baik sehingga tidak berimbas apapun pada tatanan sosial Masyarakat lingkar tambang. Miris ketika emas tidak mampu memberikan kesejahteraan apakah semua keadaan ini kita akan membiarkan Perusahaan ini merampas segalanya dari Tana Pariri lema Bariri ini dimana Sumber Daya Alam kita dikeruk dan masyarakat sendiri tidak mendapatkan manfaat apapun dari keberadaan Perusahaan tersebut. Seharusnya dengan dana CSR Kabupaten ini berada pada tataran kesejahteraan melebihi Kabupaten lainnya tapi apa yang terjadi hari ini semua tidak berbekas bahkan nihil bentuk pemberdayaan yang seharusnya dilakukan oleh Perusahaan tersebut. Kabupaten ini terlihat kumuh dimana pengelolaan sampah saja tidak terurus sehingga sampah menjadi momok di Kabupaten emas ini, belum lagi lampu jalan yang hampir 75% mati tentu ini menimbulkan pertanyaan besar kenapa Pemerintah diam? , bukankah Perusahaan seharusnya perduli dengan semua keadaan ini karena lampu juga merupakan salah satu bagian pendukung dari keberadaan Perusahaan tersebut. Masalah sosial baru timbul ketika mantan Pekerja PT.NNT tidak lagi dipekerjakan tentu ini juga harus diperhatikan oleh Pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab atas pemenuhan hak hidup yang layak bagi setiap jiwa. Perusahaan keruk ini merupakan salah satu perusahaan yang tidak berdampak apapun ketika Pandemi ini berlangsung tentu kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh Pemerintah agar konstribusi keberadaan perusahaan, bisa memberikan manfaat dimasa sulit ini dimana Pemerintah bisa berbagi masa sulit ini dengan memastikan segalanya berjalan dengan baik sehingga rasa saling membutuhkan satu sama lain bisa disinergikan dan asas manfaat itu ada.

Jika keberadaan Perusahaan tidak memberikan manfaat tetapi tetap dipertahankan ini perlu dipertanyakan ada apa sebenarnya yang terjadi antara Perusahaan dan Pemerintahan yang ada hari ini sehingga keadaan yang tidak memberikan kebaikan masih dipertahankan. Masa pendemi ini semua keadaan terasa sulit tentu ini menuntut Pemerintah agar berpikir keras mencari solusi dimana pandemi ini telah menguras segalanya dan tentu dibutuhkan penyeimbang agar segalanya tetap berada dalam harmoni.

Penulis : Yuni Bourhany
(Tokoh Perempuan pemerhati Sosial Ekonomi KSB)

Slide ADS

iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB iklan NTB iklan NTB iklan NTB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!