Penyakit Sosial, Peran Pemerintah, Masyarakat dan Peradaban Manusia

0 73

 

Penulis : Arif Sofyandi (Pemerhati Sosial).

ntb.tintarakyat.com , Bima – Perilaku menyimpang ataupun penyimpangan sosial yang terjadi di dalam masyarakat seringkali menimbulkan beragam bentuk dari penyakit-penyakit sosial. Penyakit sosial merupakan segala bentuk perilaku dari masyarakat yang tidak sesuai dengan norma dan nilai-nilai sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat tersebut.

Adapun faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit sosial adalah : Tidak adanya figur yang dapat dijadikan sebagai teladan untuk bisa memahami serta menerapkan norma dan nilai yang berlaku di dalam masyarakat. Sehingga apa yang dilakukannya akan terasa benar dan dilakukan secara terus menerus dengan tidak memperdulikan apakah perbuatan tersebut melanggar norma atau tidak. Hal inilah yang dapat merusak ekosistem kehidupan sosial.

Kemudian pengaruh lingkungan kehidupan sosial yang memang bisa dikatatan tidak baik. Juga dapat mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya sebab Skinner menjelaskan perilaku sebagai respons atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar) yang terjadi melalui proses: respons, sehingga teori ini disebut dengan teori Organisme Stimulus “S-O-R” (Kholid, 2014).

Teori tersebut menjelaskan terdapat dua jenis respons yaitu respondent respons atau refleksif yang ditimbulkan oleh rangsangan tertentu dan menimbulkan respons relatif tetap, dan operant respons atau instrumental respons yang timbul dan berkembang kemudian diikuti stimulus atau rangsangan lain sehingga memperkuat respons yang telah dilakukan.

Nah, berdasarkan teori di atas, dapat disimpulkan bahwa perilaku adalah keseluruhan (totalitas) pemahaman dan aktivitas seseorang yang merupakan hasil dari faktor internal dan eksternal. Nah, berarti ada potenti yang merusak dari internal maupun eksternal. Internal mungkin sederhana, karena kurang pengetahuan dari diri maupun orang tua (kurang pendidikan) dan lain sebagainya, tetapi lingkungan eksternal sungguh sangat ironi jika kita memahaminya.
Sebagai contoh untuk membuktikan misalnya dalam kehidupan masyarakat tertentu yang banyak terjadi penyimpangan, semisal perjudian, prostitusi, mabuk-mabukkan, dan lainnya. Sehingga dapat mempengaruhi kondisi dari masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.

Proses sosialisasi yang terjadi negatif, seseorang yang berdekatan ataupun bergaul dengan pelaku-pelaku penyimpangan sosial seperti pemabuk, penjudi, preman, dan lainnya tentu saja lama kelamaan akan menjadi sama seperti teman-teman sekelompoknya tersebut. Nah, ini yang perlu di jaga oleh pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat agar segera mengambil bagian dalam menangani penyakit sosial tersebut.

Lalu bagaimana peran pemerintah dan Masyarakat?

Dalam menangani penyakit sosial, pemerintah dan masyarakat harus bersinergi dalam memberantas setiap tindakan-tindakan yang melanggar nilai-nilai dan norma-norma kehidupan sosial sehingga tidak meraja lela dan bahkan tidak menutup kemungkinan akan merusak generasi yang akan datang (Boleh jadi keluarga dan anak-anak disekitar kita).

Belum lagi perjudian online dengan berbagai jenisnya. (Cek anak-anak disekitar kita, pastikan mereka tidak termasuk di dalamnya) Jika ada, berikan pengertian, pandangan dan pemahaman dengan halus dan lembut agar mereka mengerti bahasa cinta dan tujuan yang kita maksudkan. Jangan biarkan mereka sendiri menghadapi masalahnya, orang tua dan atau orang-orang di sekitarnya juga harus mengambil bagian, berikan pandangan dan pemahaman yang dapat dimengerti, ajak diskusi sehingga dapat menenangkan hati.

Dalam konteks kasus yang lebih besar pemerintah dan masyarakat harus bersinergi dalam menuntaskan persoalan-persoalan sosial tersebut karena tidak ada yang lain yang dapat menyelesaikan kecuali kedua unsur itu.

Pemerintah boleh dengan POLRI dan atau TNI dengan memberikan hukuman dan atau efek jera tertentu sehingga mereka yang memiliki penyakit sosial tidak lagi dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar nilai dan norma kehidupan sosial tersebut.
Masyarakat bisa membantu dengan memberikan Informasi tempat perjudian, prostitusi, narkoba dan lain sebagainya sehingga akurasi dan ketepatan informasi dapat di telaah dengan baik dan memudahkan petugas untuk memberantas penyakit sosial tersebut. Berikan efek jera agar mereka tak berani mengulang, jika mereka telah sadar maka kehidupan akan lebih aman. Boleh juga sosialisasi dan atau seminar-seminar bahkan jika ingin lebih aman buatkan kebijakan-kebijakan tertentu yang dapat mengikat masyarakat di dalamnya. Atau kalau tidak tingkatkan pembinaan terhadap generasi muda dan atau perbanyak kegiatan sosial yang positif.

Bagaimana peradaban manusia?

Peradaban manusia bergantung sungguh pada manusia yang ada di dalamnya dan sistem nilai yang di yakini olehnya. Jika orang-orang yang ada di dalamnya memegang sistem nilai dan atau keyakinannya tentang ISLAM kemudian mereka menginternalisasi nilai-nilai keislaman di dalam kehidupannya maka sungguh mereka akan hidup dengan tenang, damai, dan tentram di dalamnya.

Pertama misalnya di dalam ISLAM pendidikan terhadap anak sangat detail di jelaskan. Bahkan ketika Rasulullah SAW Bersabda ‘’ Al Ummi Madrosatul Ula’’ Yang artinya ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Pada pendekatan hadist ini bahwa ada nilai yang harus di internanisali oleh setiap ibu bahwa ia harus menjadi ibu yang cerdik, pandai dan sholehah sehingga mereka dapat mendidik anak-anaknya menjadi anak yang cerdik, pandai, soleh dan atau solehah (Rendah hati, sopan, santun dan lain sebagainya).

Dimana penyakit sosial? Sungguh, jika setiap ibu dapat menginternalisasi dirinya dengan pendekatan satu hadist di atas maka dapat dipastikan bahwa peradaban manusia akan semakin baik dan terlihat indah. Bahkan akan hadir dilingkungan tertentu pemimpin bagi umat. Lahir dari siapa? Yakni dari para ibu yang mampu menginternalisasi dirinya dengan ilmu dan akhlak karimah. Sehingga ia mendidik anak-anaknya dengan ilmu dan akhlaknya. Masya allah, bahkan ketika pemimpin tersebut terlah tertanam nilai-nilai keislaman di dalam dirinya ‘’yang di didik oleh para ibu tadi’’ maka dia akan dengan tegas dan berani mengatakan yang HAK adalah HAK dan yang BATHIL adalah BATHIL. Bukan sebaliknya.

Maka apabila di lingkungan tersebut di diimpin oleh anak-anak yang berilmu dan berakhlak (Dari didikan para ibu tadi) maka sungguh nilai keimanan dan ketakwaan akan menjadi prioritas utama dalam kehidupannya. Sholat tepat waktu, wajib dan sunnah selalu di jalankan, menunaikan zakat (Berbuat baik kepada sesama) dan menegakkan yang MA’RUF serta mencegah yang MUNGKAR. Subhanallah, Maka apa janji Allah? Jika ada sekelompok negeri yang beriman dan bertaqwa akan aku hadirkan rahmat dari LANGIT dan dari BUMI. Allahu akbar, itulah yang kita rindukan. Semoga kita semua dapat tercerahkan. Aamiin ya rabb..

Slide ADS

iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB iklan NTB iklan NTB iklan NTB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!