Kepala BKPH Maria Donggo Masa Sesalkan Tudingan beberapa pihak terkait Persoalan Kerusakan Hutan

0 154

 

KOTA BIMA, ntb.tintarakyat.com – Merespon tudingan yang terus diarahkan kepada BKPH Maria Donggomasa akhir-akhir ini, Ahyar Hma, S.Hut selaku Pejabat tertinggi dilembaga milik Pemerintah Provinsi NTB tersebut menyesalkan semua tudingan yang menurutnya tidak mendasar.

Kepada awak media pada minggu sore (26/09), dirinya memberikan sanggahan terkait persoalan dan isu-isu kehutanan yang diarahkan oleh berbagai pihak terhadap dirinya.

“saya sangat kaget dengan adanya gerakan secara massive menuding kinerja kami selama ini, saya sendiri juga heran,” ujar Ahyar kepada media diruang kerjanya.

Kegiatan patroli pengawasan oleh tim resort wawo ( sumber foto : BKPH Maria donggomassa)

Lebih lanjut dia menjelaskan terkait kondisi hutan kita saat ini. Khusus di wilayah kerja BKPH Maria donggomassa kami pantau baik-baik saja karena kami sendiri bersama beberapa kantor resort baik yang berada di Kota Bima dan wilayah kab. Bima terus melakukan pemantauan di lapangan memastikan tidak adanya pelanggaran yang menimbulkan kerusakan hutan.

” Kami terus melakukan patroli pengawasan dan berhadapan langsung memberi pemahaman kepada masyarakat, bahkan kami tidak segan-segan melakukan penindakan pada oknum yang terbukti melanggar, ” tegasnya.

Namun daripada itu, berbagai tudingan terus diarahkan kepada kami di BKPH Maria donggomassa. Mengenai lahan-lahan yang terlihat gundul itu sebenarnya adalah lahan-lahan dibawah tegalan, sementara lainnya adalah kawasan-kawasan hutan desa yang memang telah menjadi wilayah hak pakai masyarakat berladang selama ini.

Lanjutnya lagi, Jadi mereka yang menuding itu harus bisa memetakan dulu kawasan-kawasan yang dinilai gundul selama ini, kalo untuk Hutan tutupan kami pastikan tetap dalam pengawasan kami dan tim resort yang tersebar dibeberapa titik. Persoalan adanya beberapa hutan tutupan yang terlanjur dilakukan perambahan sebenarnya merupakan kerusakan yang terjadi sejak BKPH ini belum berdiri namun kami tetap berupaya memperbaiki lahan-lahan rusak tersebut dengan program reboisasi dan program lainnya.

” jika ada yang menuding kami adalah penyebab rusaknya hutan tutupan diwilayah Bima dan kota Bima, maka saya dengan tegas menyatakan tudingan tersebut tidak benar, ” paparnya.

Lagi Ahyar menjelaskan terkait persoalan program kemitraan baik KTH dan HKm yang kerap disorot selama ini. Menurutnya, kebijakan tersebut sudah sesuai aturan dan regulasi, namun di lapangan kerap dihadapkan dengan berbagai persoalan baik intern kelompok maupun kondisi pro kontra ditengah – tengah masyarakat.

” kami memahami itu semua sebagai sebuah Dinamika, namun kami pastikan juga hadirnya program kemitraan ini membawa dampak positif buat masyarakat,” paparnya.

Mereka yang kerap mengkritik tanpa data ini yang saya sesalkan, ditambah lagi mereka menuding semua kawasan yang gundul adalah wilayah kerja kami di BKPH Maria donggomassa, padalah sebenarnya adalah wilayah dibawah naungan dan tanggung jawab BKPH lain.

“Wilayah kami hanya di Kota Bima dan sebagian wilayah kabupaten Bima seperti di wera dan ambalawi, wawo dan lambitu serta sape dan lambu, jadi bukan semua hutan wilayah Kabupaten Bima adalah tanggung jawab kami, ” tukas Ahyar.

Untuk diketahui bersama bahwa program kemitraan diwilayah BKPH Maria donggomassa baru mengcover sekitar 4 rb Ha lahan dari total lahan sebanyak 72 rb Ha. Wilayah yang diakomodir dalam program kemitraan baru sekitar belasan porsen saja, sisanya masih belum tersentuh dan dibawah pengawasan kami.

” jadi tudingan terkait kebijakan kami yang dikatakan membuka Kemitraan secara membabi buta dan tidak melihat dampak lingkungan itu tidak benar adanya,” ujar Ahyar lagi.

Namun, sebagai pelaksana Pemerintahan saya juga membuka diri dalam menerima kritikan dan saran, karena masyarakat baik itu pemuda dan aktivis sosial adalah mitra kritis kami dalam menjaga keberlangsungan kelestarian hutan kita, tutupnya.(TR – W01)

Slide ADS

iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB iklan NTB iklan NTB iklan NTB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!