Tokoh Pemuda Wawo Tuding Program KPH Maria Dongggomassa Turut Serta Merusak Kondisi Hutan di Bima NTB

0 165

BIMA, ntb.tintarakyat.com – Akhir-akhir ini publik menilai bahwa KPH Maria donggo massa diduga turut andil dalam merusak hutan yang ada di dibawah kendalinya, melalui program – program Perhutanan yang dijalankannya.

Beberapa program yang menjadi fokus publik adalah program KTH dan HKm dianggap program yang disatu sisi membuka lahan ekonomi masyarakat namun juga disisi lain dianggap sebagai program yang merusak kondisi hutan dibeberapa wilayah.

Foto : tokoh pemuda dan aktivis lingkungan di wawo Sahrul malingi

Hal tersebut disampaikan oleh seorang tokoh Pemuda Wawo Sahrul kepada awak media, jumat (23/09/2021). Menurutnya program kehutanan yang dilakukan baik oleh KPH Maria donggomasa maupun LHK NTB dinilai gagal namun kita tidak bercermin dari hal tersebut.

” Bisa kita melihat beberapa KTH dan HKm di beberapa wilayah, semuanya justru makin memperparah kerusakan hutan kita,” ungkap Sahrul.

Lagi Pria yang diketahui sebagai ketua DPC Partai Berkarya kec. Wawo menjelaskan, bahwa sebenarnya program KTH dan HKm bagus namun kesadaran masyarakat dan diperparah lagi dengan kurangnya pengawasan dari petugas KPH setempat dinilai tidak ada ketegasan menindak para pelaku pengrusakan hutan yang ada di Bima.

Lanjutnya lagi, tujuan semua program adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola hutan secara benar dan memberi dampak positif bagi aspek sosial dan juga ekologi. Namun faktanya hari ini justru pelaksanaan KTH dan Hkm syarat akan kegiatan pengrusakan hutan jika kita perhatikan selama ini.

” Khusus di kecamatan wawo saya secara tegas penolak apapun bentuk program pengelolaan hutan yang berpotensi merusak kelestarian hutan,” tegasnya.

Alasan saya menolak dengan keras kemitraan itu jelas, lanjutnya lagi, karena hutan wawo adalah benteng bagi segala macam dampak kerusakan lingkungan. Jika kerusakan hutan wawo terus terjadi, maka bukan saja orang wawo yang merasakanya namun juga Kota Bima dan kecamatan sape pun akan merasakannya.

” Dampak kekeringan , banjir hilangnya sumber mata air adalah ancaman yang nyata, ” papar pria yang juga dikenal aktif di dunia LSM. (TR – W01)

 

Slide ADS

iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB iklan NTB iklan NTB iklan NTB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!