BLT DBHCHT Dinilai Nyasar, Perusahaan Tembakau di Kelurahan Panjisari Kecewa

0 34

 

Lombok Tengah – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada sabtu 26/11/2022 di kantor camat Praya menyisakan persoalan bagi karyawan perusahaan tembakau di Panjisari.

Pasalnya Karyawan tetap perusahaan tembakau yang ada di Kelurahan Panjisari justru gigit jari saat pencairan BLT DBHCHT tersebut.

“Yang benar-benar buruh tani tembakau dan karyawan perusahaan tembakau justru tidak mendapatkan bantuan, padahal peruntukan bantuannya sudah jelas bagi buruh tani tembakau, karyawan perusahaan tembakau yang aktif maupun yang sudah di PHK.” Ungkapan kekecewaan Suhaili owner CV. Panjisari Maju, jumat (02/12/2022).

Kerena menurutnya data usulan untuk BLT DBHCHT dari CV Panjisari Maju berjumlah 10 orang ,dan dari usulan tersebut tidak satupun yang menjadi KPM.

“Yang membuat saya bingung, usulan untuk karyawan saya itu dimana? kok tidak ada satupun karyawan saya yang dapat. Padahal BLT DBHCHT ini sudah jelas peruntukannya, tapi kenapa justru karyawan perusahaan tembakau yang gigit jari?”heran Suhaili.

Diwilayah Panjisari ini kata Suhaili, ada dua perusahaan yaitu CV Sebati Bangkit dan CV Panjisari Maju yang menjadi penyumbang cukai tembakau.

“Setiap tahun kami menebus pita cukai sampai ratusan juta rupiah, dan sudah sepantasnya karyawan kami diusulkan menjadi penerima BLT DBHCHT.”tegasnya.

Senada dengan itu, Salah satu karyawan CV Panjisari Maju yang tidak mau disebutkan namanya juga sangat kecewa dengan daftar nama yang menjadi penerima BLT DBHCHT.

“Dari daftar penerima yang 42 orang untuk kelurahan Panjisari hanya 2 orang yang betul-betul karyawan perusahaan tembakau, yang 40 orang saya tidak tau kerja di perusahaan siapa dan dimana, yang jelas di Panjisari ada 2 perusahaan tembakau yaitu CV Sebati Bangkit dan CV Panjisari Maju yang beralamat di lingkungan Bukal Malang.” Ungkapnya penuh tanya.

Lebih lanjut, Karyawan yang tidak mau disebutkan namanya tadi menyarankan seharusnya pihak kelurahan dan kepala lingkungan berkoordinasi dengan pelaku IKM yang ada di wilayah kerjanya, sehingga tidak terjadi seperti ini.

“Ingat bahwa DBHCHT itu bersumber dari keringat petani/ buruh tembakau.” Tegasnya. (Red)

Slide ADS

iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB iklan NTB iklan NTB iklan NTB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!