Walau Di Mediasi Banyak Pihak, Keluarga Korban Perundungan (Bullying) Siswi SMPN 11 Kota Bima Tempuh Jalur Hukum

0 828

KOTA BIMA, ntb.tintarakyat.com – Viral video aksi perundungan (Bullying) yang diduga dilakukan oleh siwi SMPN 11 Kota Bima. Video yang berdurasi 0.27 detik tersebut beredar luas dan mendapat tanggapan netizen.

Potongan video aksi kekerasan terhadap siswi yang viral di medsos

Tidak diketahui siapa penyebar awal video yang menunai kontroversi itu, namun saat ditemukan media sudah terbagi lebih dari ratusan kali. Dalam video yang tidak senonoh tersebut selain tindakan perundungan (bullyng) juga terjadi kekerasan yang dilakukan oleh seorang siswi kepada korban yang menjadi atensi banyak pihak.

Pertemuan dihadiri banyak pihak terkait di ruang guru SMPN 11 kota Bima

Menindaklanjuti persoalan itu, beberapa pihak yang terdiri dari keluarga kedua belah pihak, Pihak SMPN 11 Kota Bima, Kepala Dinas dikbud kota bima Drs.H.Supratman M.Ap, PUSPA Kota Bima, Sat PPA Polres Bima Kota, Lpa Kota Bima, Ketua PGRI Kota Bima, Suhardin, S.Pdi, SI dan lainnya melakukan pertemuan di ruang rapat SMPN 11 Kota membahas persoalan ini.

Dalam pernyataannya, Kadis Dikbud Kota Bima, Drs. H. Supratman MAP mengajak semua pihak mencarikan solusi dan menjadikan ini sebagai pelajaran bersama. Dikatakan juga dalam permasalahan ini untuk kedepankan musyawarah untuk mencari solusi terbaik. Namun pembinaan kepada anak-anak akan dilakukan secara intens.
“Mari kita jadikan hal ini sebagai pelajaran semua pihak, kami akan atensi hal ini secara khsusu, ” jelasnya.

Ditempat yang sama Ketua LPA Kota Bima, Juhriati, SH prihatin ada kasus ini. pihaknya akan melakukan assesment terhadap korban lebih lanjut. Persoalan ini sudah menjadi atensi publik sehingga berpengaruh pada anak selaku korban.
“Kami akan berikan Assesment kepada korban, ” ucap Juhriati.

Dalam pertemuan tersebut, Orangtua pelaku meminta maaf kepada semua pihak, utamanya kepada pihak keluarga korban. Namun keluarga korban sendiri belum bisa menerima dan tetap meminta adanya sanksi untuk efek jera.

Bahkan pihak keluarga korban keluar ruangan dan tidak menyelesaikan audiensi hingga selesai dan tetap memilih langkah hukum. Korban bersama keluarga yang mewakili pada siang itu juga melakukan visum atas penganiayaan dengan didampingi tim LPA Kota Bima.
“Kami mau pergi visum, hal ini tidak bisa dibiarkan dan harus ada efek jera untuk para pelaku, ” tegas salah seorang keluarga.

Informasi terakhir yang media himpun, korban yang didampingi pihak keluarga telah memasukan laporan resmi ke Polres Bima Kota. (TR – W01)

 

Slide ADS

iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB iklan NTB iklan NTB iklan NTB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!