Protes Bantuan Pertanian diwilayah Bima – Dompu, Himpunan Mahasiswa Suku Donggo Mataram (HIMASDOM) Gelar Aksi di Kantor Gubernur NTB

0 105

 

MATARAM , ntb.tintarakyat.com – Ratusan himpunan mahasiswa suku Donggo Mataram (HIMASDOM) menggelar Aksi unjuk rasa depan Kantor Gubernur NTB, pada senin (27/09) pukul 10:03 wita.

HIMASDOM gelas aksi unras di kantor gubernur NTB, senin (27/09)

Kordum Himpunan mahasiswa suku Donggo (HIMASDOM) Aimansyah, mengatakan wilayah Propinsi Nusa tenggara barat (NTB) Lebih khususnya kabupaten Bima dan Dompu harus menjadi perhatian serius dari pemerintah propinsi NTB karna dalam hal ini pengadaan benih jagung, obat-obatan dan pupuk khususnya di kabupaten Bima dan Dompu selaku rencana Defenitif kebutuhan kelompok (RDKK) dan pembagian benih jagung yang diduga tidak merata.
” Kuat dugaan kami ada permasalahan sehingga pembagian benih pupuk di Bima dan Dompu tidak merata, ” jelasnya.

Lanjutnya lagi, mulai dari pengadaan benih jagung yang diterima oleh petani yang tidak sesuai dengan usulan Anggota kelompok yang masuk di (RDKK) terbuka mulai 2017-2020 pengadaan benih jagung selalu bermasalah hingga berujung korupsi.

Sekarang pada tahun 2021, lagi-lagi petani di kabupaten Bima dan Dompu mendapatkan problem yang sama, sehingga bibit bantuan dari pemerintah tersebut tidak layak tanam oleh petani karena tidak sesuai dengan kondisi tanah yang ada di bima maupun dompu.

“Benih yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi tanah pertanian di Bima dan Dompu, Pemerintah daerah kami tuding tidak ada niatan baik membantu petani, ” tegasnya.

Masih menurut Aimansyah, Bantuan benih jagung di Bima seluas 35 hektar di tahun 2021, namun bantuan yang turun NK212,Pioner 35,Pertiwi 3,Nasa 29,HJ 21,golder premium RK 457, bantuan ini sebagian calon petani calon lahan (CPCL) Sementara rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK) rata-rata Mengusulkan bibit BIZI 18 dan NK.

Sementara itu, ungkap Korlap, pengadaan bibit jagung Bioset di provinsi NTB lewat dinas pertanian dan perkebunan NTB, tahap pertama sebanyak 24 ton,dan nilai kontraknya senilai Rp995,197,500 sementara tahap kedua 85 ton,senilai Rp 3 miliar 398,538,000 pengadaan tersebut tidak sesuai dengan defenitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang di minta NK.kini menjadi perbicangan hangat di tengah masyarakat setempat di kabupaten Bima dan Dompu.

“Maka kami himpunan mahasiswa suku Donggo Mataram (HIMASDOM) menuntut dan mendesak pemerintah propinsi NTB mengusut adanya kenakalan yang merugikan para petani di Bima dan Dompu, ” ujarnya.

Tuntutan lainnya yaitu menuntut pemerintah propinsi NTB untuk mengevaluasi para pendistribusi bibit di tingkat kabupaten dan Kecematan juga mengontrol penjualan pupuk agar sesuai gengan harga eceran tertinggi Sesuai (HET) lewat dinas pertanian NTB.

” Gubernur NTB bisa mengakomodir pembelian hasil pertanian melalui BUMD dengan harga yang layak dan menguntungkan petani, ” tutupnya. (TR – A02)

 

 

Slide ADS

iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB
iklan NTB iklan NTB iklan NTB iklan NTB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!